Selamat membaca

Minggu, 20 Juni 2010

RUANG

Pengertian ruang menurut saya merupakan suatu tempat dengan fungsi tertentu dengan bentuk 3 dimensi.

Misalnya ruang tamu memiliki fungsi untuk tempat menjamu tamu, ruang makan memiliki fungsi untuk tempat kita makan, dan masih banyak ruang lagi.


      photo from google


Jadi ruang itu memiliki arti yang dalam dengan fungsi tertentu.
Ruang bisa berupa void (ruang kosong) dan solid (ruang isi).


                                                                                                                                                                    Solid    
                                                                      
                                                       Void                                                                                                                                                                             




Pengertian ruang berasal dari bahasa Latin  spatium  yang berarti ruangan atau luas (extent) dan bahasa Yunani yaitu tempat (topos) atau lokasi (choros) dimana ruang memiliki ekspresi kualitas tiga dimensional.

Kata oikos  dalam bahasa Yunani yang berarti pejal, massa dan volume, dekat dengan pengertian ruang dalam arsitektur, sama halnya dengan kata oikos yang berarti ruangan (room). 

Dalam pemikiran Barat, Aristoteles mengatakan bahwa ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik, enclosure yang terlihat sehingga dapat dipahami keberadaanya dengan jelas dan mudah.

Namun, dalam pemikiran Timur, seperti konsep Ma dalam budaya Jepang dan buku Tao Teh Ching, konsep ruang berasal dari suatu kajian pembahasan 'ruang' ditinjau dari ilmu filsafat.

Secara garis besar pemahaman ruang dalam sejarah arsitektur terbagi atas tiga hal:

-Pemahaman ruang arsitektur dalam perspektif subjektivis.
dalam hal ini manusia mengetahui keberadaan ruang yang disebabkan oleh idea.
salah satu tokohnya itu arsitek rudolph m.schnidler berpendapat bahwa ruang dapat
diartikan sebagai jiwa.Ide ruang sepenuhnya bersumber pada kekuatan intelektual dan kekuatan
kreatif.



   Rudolph m.schindler


 salah satu karya Rudolph m.schindler (photo from google)


misal nih..kalo pelukis menuangkan idenya pada sebuah kanvas, sastrawan pada kertas2, pemahat
pada kayu2nya, nah arsitek menyalurkan kreativitasnya pada ruang. ruang dipandang sebagai
bahan baku layaknya kanvas, kertas ataupun kayu.

-Pemahaman ruang arsitektur dalam perspektif objektivis.
dalam pemahaman ini menekankan pada pengetahuan inderawi.
memiliki ciri2 fisik seperti harus terukur menempati posisi, mempunyai bentuk, struktur, eksistensi
dalam waktu, ruang dan massa, kelembaban, gerak serta ciri2 lain seperti warna, tektur, solid, dsb..
contonya le corbusier mendefinisikan arsitektur sebagai permainan massa yang tersingkap
cahaya, ia memakai pertimbangan2: menekankan kecondongan bentuk yang paling murni yaitu 
kubus, permukaan [surface], penggunaan denah sebagai generator bentuk.


 Le Corbusier

salah satu karya Le Corbusier (photo from google)


-Ruang dalam perspektif fenomenologi.
dalam pemahaman ini menekankan pada phenomena2 yg terjadi pada manusia.
salah satu tokohnya c.norberg-schulz, dalm bukunya existence,space and architecture
menggolongkan ruang kedalam beberapa golongan, salah satunya ruang eksistensial. disini
dikembangkan ide bahwa ruang dapat dimengerti sebagai perwujudan manusia tentang 'keberadaanya di dunia.'


salah satu karya C.Norberg-Schulz (photo from google)



read more “RUANG”

Rabu, 21 April 2010

Organisasi Ruang Terpusat

Cara-cara dasar penyusunan pola dan pengorganisasian ruang-ruang sebuah bangunan. Dalam suatu program bangunan yang tipikal, umumnya terdapat syarat-syarat untuk berbagai macam ruang.

Syarat-syarat tersebut antara lain:
1. Memiliki fungsi-fungsi khusus atau persyaratan bentuk khusus
2. Penggunaan yang fleksibel dan dapat dengan bebas dimanipulasi
3. Memiliki fungsi atau kepentingan tunggal dan unik terhadap suatu pola bangunan
4. Memiliki fungsi-fungsi yang serupa dan dapat dikelompokkan menjadi suatu ‘cluster’ fungsional atau berulang dalam suatu rangkaian linier
5. Membutuhkan bukaan ke ruang luar untuk mendapatkan cahaya, ventilasi, pemandangan, atau pencapaian ke luar bangunan
6. Harus dapat dipisahkan untuk kepentingan pribadi
7. Harus mudah dicapai.

Cara penyusunan ruang-ruang ini dapat menjelaskan tingkat kepentingan relatif dan fungsi serta peran simbolis ruang-ruang tersebut di dalam suatu organisasi pola hubungan ruang pada bangunan. Keputusan mengenai jenis yang harus digunakan dalam situasi khusus akan tergantung pada:
1. Kebutuhan atas program bangunan, seperti pendekatan fungsional, persyaratan ukuran, klasifikasi hirarki ruang-ruang dan syarat-syarat pencapaian, pencahayaan atau pemandangan
2. Kondisi-kondisi eksterior dari tapak yang mungkin akan membatasi bentuk atau pertumbuhan organisasi atau yang mungkin merangsang organisasi tersebut untuk mendapatkan gambaran-gambaran tertentu tentang tapaknya dan terpisah dari bentuk-bentuk lainnya.
Setiap jenis organisasi/pola hubungan ruang didahului oleh bagian yang membicarakan karakter bentuk, hubungan-hubungan ruang dan tanggapan lingkungan dari kategori tersebut. Hal-hal yang perlu dipelajari dalam hubungannya dengan:
1. Ruang-ruang macam apa yang ditampung dan di mana? Bagaiman ruang-ruang tersebut dibentuk?
2. Hubungan-hubungan apa yang terjadi antara ruang, satu dengan yang lain dan terhadap lingkungan eksterior?
3. Di mana tempat masuknya dan konfigurasi apa yang dimiliki alur sirkulasinya?
4. Apa bentuk eksterior organisasi/pola ruang tersebut dan bagaimana tanggapannya terhadap lingkungan?

Jenis organisasi/pola ruang terpusat :


Pola terpusat merupakan komposisi terpusat dan stabil yang terdiri dari ruang sekunder, dikelompokkan mengelilingi sebuah ruang pusat yang luas dan domoinan.

Ruang pemersatu terpusat, dari suatu pola pada umumnya berbentuk teratur dan ukurannya cukup besar untuk menggabungkan sejumlah ruang sekunder disekelilingnya.

Ruang-ruang sekunder pada suatu organisasi mungkin setara satu sama lain dalam fungsi, bentuk, dan ukuran, serta menciptakan suatu konfigurasi keseluruhan secara geometris teratur dan simetris terhadap dua sumbu atau lebih.

Ruang-ruang sekunder mungkin berbeda satu sama lain dalam bentuk atau ukurannya sebagai tanggapan terhadap kebutuhan-kebutuhan individu akan fungsi, menunjukkan kepentingan relative, atau lingkungan sekitarnya. Perbedaan antara ruang-ruang sekunder juga memungkinkan bentuk pola dan organisasi terpusat untuk menanggapi kondisi lingkungan tapaknya.

Apabila bentuk pola terpusat bersifat tidak berarah, kondisi-kondisi pencapaian dan jalan masuk harus dikhususkan menurut tapak dan ketegasan salah satu ruang sekunder sebagai gerbang masuk.
Pola sirkulasi dan pergerakan dalam suatu organisasi terpusat mungkin berbentuk radial, lup, atau spiral. Walaupun hampir dalam setiap kasus pola tersebut akan berakhir di dalam atau di sekeliling ruang pusat.

Pola organisasi terpusat yang bentuk-bentuknya relatif padat dan secara geometris teratur dapat digunakan untuk:
a. Menetapkan titik-titik atau “tempat-tempat” di dalam ruang
b. Menghentikan kondisi-kondisi aksial
c. Berfungsi sebagai suatu bentuk obyek di dalam daerah atau volume ruang yang tetap.


contoh bangunannya :






sumber : 
greenlifearchitecture.blogspot.com
read more “Organisasi Ruang Terpusat”

Selasa, 20 April 2010

Kombinasi Bentuk Dalam Arsitektur

Stata Center (Cambridge, Massachusetts, USA)

Disetiap bangunan arsitektur tak jarang seorang arsitek mengkombinasikan bentuk - bentuk geometri yang diingikannya untuk dijadikan sebuah bangunan yang unik atau bangunan yang memiliki ciri khas.

Bentuk yang digabungkanpun tidak boleh sembarang, harus memperhatikan unsur estetikanya agar bangunan yang tercipta enak dan nyaman untuk dilihat dari dekat maupun dari jauh.

Teori dalam menggabungkan kedua buah bentuk pada arsitektur yaitu, "Apabila dua buah bentuk yang berbeda geometri atau berlawanan orientasi saling menembus batas masing-masing, maka masing-masing bentuk akan bersaing untuk mendapatkan dominasi secara visual".

Beberapa contoh bangunannya :

Fuji television building (Tokyo, Japan)

architectureblog-matt.blogspot.com/2008_11_01_archive.html

Memiliki gabungan bentuk bola dengan bentuk balok, kedua bentuk dapat terpisah dan dihubungkan oleh unsur ketiga yang memiliki geometri serupa dengan salah satu bentuk asalnya.

Museum olahraga TMII (Jakarta, Indonesia) 

tamanmini.com/index.

Memiliki gabungan bentuk bola dengan persegi panjang, salah satu dan kedua bentuk tersebut dapat menerima bentuk yang lain secara keseluruhan di dalam ruangnya.

Cubic Houses (Rotterdam, Netherlands)

unusual-architecture.com/cubic-houses-rotterdam-netherlands/
unusual-architecture.com/cubic-houses-rotterdam-netherlands/
Memiliki gabungan bentuk kubus dengan bentuk balok dibawahnya, kedua bentuk tersebut dapat mempertahankan identitas masing-masing dan bersama-sama memiliki bagian volume yang saling berkaitan.
read more “Kombinasi Bentuk Dalam Arsitektur”

Transformasi Bentuk Dengan Pengurangan


Dalam arsitektur sering kita lihat bangunan yang memiliki bentuk yang berbeda pada bangunan umumnya tak sedikit juga bangunan memiliki bentuk yang unik.
 Bentuk itu semua berasal dari bentuk awal yang sudah dirubah dan dimanipulasi menjadi bentuk yang baru atau berbeda dari bentuk sebelumnya.
Transformasi bentuk atau perubahan bentuk bisa didapat melalui berbagai variasi seperti dengan perubahan dimensi bentuk, pengurangan beberapa bagian dari bentuk awal, dan penambahan beberapa bagian bentuk.

Disini saya akan menjelaskan perubahan bentuk dengan mengurangi volume bentuknya.

Jadi suatu bentuk dapat diubah dengan mengurangi sebagian dari volumenya.
Tergantung dari banyaknya pengurangan, suatu bentuk mampu mempertahankan identitas asalnya atau diubah menjadi bentuk yang lain sama sekali.
contoh, bangunan dibawah ini :

Casa da musica (Porto, Portugal)

www.architecture-page.com/go/projects/casa-da-musica


Rumah musik asal portugal ini memiliki bentuk dasar kubus dan dengan mengurangi sebagian dari volume bentuk awalnya, bentuk bangunan ini berubah menjadi bentuk yang baru atau unik.

Terlihat volume yang dikurangi yaitu dengan memotong miring semua sisi kubus dengan memperhatikan bentuk estetikanya sehingga terciptalah bentuk yang unik.

jadi dengan contoh bangunan ini sudah cukup jelas mengenai perubahan bentuk dengan cara mengurangi beberapa bagian volume bentuknya.
read more “Transformasi Bentuk Dengan Pengurangan”

Kamis, 18 Maret 2010

Sirkulasi Bangunan dan Sirkulasi Antar Ruang

Setiap bangunan memiliki hubungan sirkulasi dengan lingkungan sekitarnya, dalam menuju ke suatu bangunan kita pasti melewati jalan yang mengarahkan kita ke bangunan tersebut dengan melewati lingkungan sekitar bangunan.
Jalan ini biasa disebut jalan masuk (entrance) dan pencapaian ke bangunan yang kita tuju.
Pencapaian ke bangunan ada bermacam-macam, diantaranya yaitu : pencapaian langsung, pencapaian tersamar, dan pencapaian berputar.

Disini saya akan menjelaskan pencapaian secara tersamar, pendekatan secara tersamar meningkatkan efek perspektif pada fasad dan bentuk bangunan. Jalur dapat diubah arahnya satu atau beberapa kali untuk menghambat dan memperpanjang urutan pencapaian.

 yaliyajilbaber.wordpress.com / gedung berdansa
Jadi kita dapat mencapai ke suatu bangunan tidak hanya dengan satu arah tapi bisa dua atau lebih.

Untuk pintu masuk biasanya setiap bangunan memiliki desain yang berbeda-beda, pintu masuk dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu : pintu masuk yang rata, menjorok keluar, dan menjorok ke dalam.
Dibawah ini adalah contoh jenis pintu masuk yang menjorok ke dalam dengan desain modern.

momoy.com / modern entrance

Sirkulasi antar ruang sirkulasi yang menghubungkan ruang satu dengan ruang lainnya. Sirkulasi dapat menggunakan ruang yang sudah ada atau memiliki ruang sirkulasi sendiri. Bentuk ruang sirkulasi dapat berbentuk tertutup, terbuka pada salah satu sisinya, atau terbuka pada kedua sisinya.

Disini saya ingin menjelaskan bentuk ruang terbuka pada kedua sisinya saja, yaitu membentuk deretan kolom untuk jalan lintas yang menjadi sebuah perluasan fisik dari ruang yang ditembusnya. Biasa kita lihat bentuk ruang seperti ini terdapat di pusat perbelanjaan atau mall.

roymahendra.wordpress.com


read more “Sirkulasi Bangunan dan Sirkulasi Antar Ruang”

Hubungan Ruang -> ruang di dalam ruang

Setiap bangunan pasti memiliki ruang, tidak hanya satu ruang tapi ada beberapa atau bahkan lebih.

Setiap ruang memiliki fungsinya masing-masing oleh karena itu kita tidak boleh asal dalam menaruh sebuah ruang dalam bangunan.

Berbicara soal ruang, ruang memiliki hubungan antara satu dengan lainnya, ada beberapa jenis hubungan ruang yang biasa kita jumpai pada bangunan diantaranya yaitu : ruang di dalam ruang, ruang yang saling berkait, ruang bersebelahan, dan ruang yang dihubungkan oleh ruang.

disini saya akan menjelaskan lebih mengenai hubungan ruang di dalam ruang.

Dalam jenis hubungan ruang ini, ruang yang lebih besar berfungsi sebagai suatu daerah tiga dimensi untuk ruang kecil di dalamnya.

Jika ruang yang di dalam berkembang ukurannya, ruang yang lebih besar akan mulai kehilangan artinya sebagai bentuk ruang penutup.

Jika ruang yang di dalam tadi terus diperluas, ruang sisa di sekitarnya akan menjadi semakin tertekan untuk berfungsi sebagai ruang penutup.

Ruang yang ada di dalam ruang dapat dibuat berbeda bentuk dengan bentuk luarnya untuk penegasan fungsi ruang atau bisa juga diubah arah ruang dengan ruang luarnya agar terlihat sebagai vokal point di dalam ruang tersebut.

foto dari plusmood.com / smart kios
foto dari plusmood.com / smart kios

read more “Hubungan Ruang -> ruang di dalam ruang”

Rabu, 24 Februari 2010

Ruang dari Unsur Linier Vertikal dan Bidang Vertikal Tunggal (+Pic)


Ruang dapat terbentuk dari unsur-unsur vertikal, beberapa contoh yang akan saya bahas yaitu terbentuknya ruang dari unsur linier vertikal dan bidang vertikal tunggal.

Pertama saya bahas ruang yang terbentuk dari unsur linier vertikal, unsur-unsur linier membentuk sisi-sisi tegak lurus dari suatu volume ruang. Seperti kolom atau tiang penyangga yang berdiri tegak sehingga menghasilkan titik diatas bidang dasar. Hal tersebut yang membuatnya terlihat seperti didalam ruang.

 
 Masjid dekat kampus G, Gunadarma Kelapa dua (camera phone 1.3 mega pixel, sony W395)

Ruang ini tidak memerlukan ruang lingkup yang luas untuk pendefinisian tetapi terkait secara bebas dengan lingkup tersebut.

Sisi-sisi suatu volume ruang dapat diperkuat secara visual dengan memperjelas bidang dasarnya dan membentuk batas atasnya dengan balok-balok yang membentanq di antara kolom-kolom atau dengan memasang suatu bidang atas. Beberapa contoh dari unsur vertikal linier menurut saya adalah kolom,tiang penyangga, pilar batu, tugu, monumen, menara, dll.


Rumah Joglo from Google

Dan sekarang saya akan bahas terbentuknya ruang dari bidang vertikal tunggal, bidang ini seperti tembok atau dinding pembatas yang tidak jelas batasnya atau hanya dinding penutup saja.

 Photo search from Google

Daerah ruang di mana hanya terdapat satu bidang vertikal kurang jelas batas-batasnya. Bidang tersebut dapat membentuk hanya satu buah sisi dari daerah tersebut. Untuk membentuk suatu volume ruang 3-dimensi, bidang tersebut harus berinteraksi dengan unsur-unsur bentuk yang lainnya.

Photo search from Google

Tinggi sebuah bidang sangat rlatif terhadap tinggi tubuh kita. Tinggi mata kita merupakan faktor penting yang mempengaruhi kemampuan bidang menggambarkan ruang secara visual. Semakin tinggi  tembok pembatasnya semakin memberikan kesan tertutup yang kuat.


read more “Ruang dari Unsur Linier Vertikal dan Bidang Vertikal Tunggal (+Pic)”

Ruang dari Bidang Dasar yang Diturunkan dan Dinaikkan (+Pic)

Bidang dasar atau bisa disebut bidang horizontal, dapat terbentuk dari pelebaran garis jika dalam gambar. Dalam kehidupan nyata bidang dasar dapat terbentuk dari bentuk alas bangunan seperti lantai,papan kayu,dll. Ruang dapat terbentuk dari bidang dasar yang memiliki latar belakang yang kontras dan penguatan visualitas. Seperti yang ingin saya bahas yaitu ruang dari bidang dasar yang diturunkan dan yang dinaikkan, saya akan membahasnya satu per satu.

Pertama ruang yang dapat terbentuk dari bidang dasar yang diturunkan. Sebuah bidang datar horizontal yang diturunkan ke bawah permukaan tanah, menggunakan permukaan-permukaan vertikal pada daerah yang direndahkan untuk membentuk suatu volume ruang. Ada macam-macam bentuk suatu ruang dari bidang dasar yang diturunkan seperti membuat dudukan yang memutuskan bidang tanah dengan merendahkan bidang tanah, membuat ruang atau bangunan dibawah tanah, membuat basement dan membuat tangga yang menuju ke ruangan bawah tanah atau menuju ke area yang lebih rendah dari sebelumnya.

Derajat kontinuitas ruang antara kawasan yang diturunkan dan daerah di sekelilingnya tergantung pada skala perbedaan tinggi bidang-bidang tersebut. Jadi skala mempengaruhi keberlangsungan aktivitas dan kenyamanan pandangan kita dalam suatu ruangan yang terbentuk dari bidang yang diturunkan.

Terminal Blok-M (camera phone 1.3 mega pixel, sony W395)

Terminal Blok-M (camera phone 1.3 mega pixel, sony W395)


Terakhir ruang yang terbentuk dari bidang dasar yang dinaikkan. Bidang datar horizontal yang diangkat atau dinaikkan dari permukaan tanah akan menimbulkan permukaan-permukaan vertikal sepanjang sisi-sisinya yang memperkuat pemisahan visual daerah tersebut dari dasar di sekitarnya. Seperti halnya dengan ruang yang terbentuk dari bidang dasar yang diturunkan, ada macam-macam bentuk ruang yang dapat dibentuk dari bidang dasar yang dinaikkan seperti membuat dudukan dengan meninggikan bidang tanah, membuat anak tangga untuk pencapaian ke tempat yang lebih tinggi, dll.

Tingkat di mana ruangan dan kontinuitas visual tetap dipertahankan antara ruang yang ditinggikan dengan sekehlingnya, tergantung pada skala perubahan ketinggiannya. Skala juga mempengaruhi keberlangsungan aktivitas dan kenyamanan pandangan kita pada ruang yang terbentuk dari bidang yang ditinggikan.

Masjid dekat kampus G, Gunadarma  Kelapa dua (camera phone 1.3 mega pixel, sony W395)

read more “Ruang dari Bidang Dasar yang Diturunkan dan Dinaikkan (+Pic)”